4 Mitos Ketombe Terjawab

Apakah ketombe menyebabkan kerontokan rambut? Apakah ketombe menular? Berikut ini beberapa mitos dan fakta ketombe sebenarnya, suatu kondisi kulit yang dialami oleh hingga 50% dari semua orang.

 

Dengan begitu banyaknya orang yang terkena ketombe, penting untuk menghilangkan hal-hal bersifat mitos atau yang tidak sepenuhnya benar. Baca artikel kami untuk mendapatkan petunjuk mengenai mitos dan fakta ketombe berikut.

 

Mitos 1:  

 

Serpihan ketombe disebabkan oleh kulit kepala kering.

 

Fakta:  

 

Sama seperti ketombe, kulit kepala kering dialami oleh banyak orang namun perlu diperhatikan bahwa ketombe dan kulit kepala kering bukan hal yang sama. Kulit kepala kering terjadi ketika kulit kepala kehilangan terlalu banyak kelembapan alaminya dan menjadi kering dan kaku. Gejala kulit kepala kering yang paling dapat dibedakan adalah serpihan putih kecil yang jatuh dengan mudah dari kulit kepala.

 

Kulit kepala kering tidak selalu menjadi penyebab ketombe. Di sisi lain, ketombe memiliki banyak penyebab dan biasanya oleh perkembangan malassezia, jamur seperti ragi yang tumbuh di area kulit kepala yang berminyak. Iritan yang diproduksi oleh malassezia dapat menyerap minyak berlebih, menyebabkan sel kulit rontok lebih cepat dari biasanya. Serpihan ketombe berbentuk lebih besar daripada serpihan kulit kering dan tidak mudah rontok dari kulit kepala.

 

Mitos 2:  

 

Ketombe dapat menyebabkan rambut rontok

 

Fakta:  

 

Rambut rontok terkadang dikaitkan dengan ketombe dan kulit kepala gatal, tetapi kondisi tersebut tidak sepenuhnya berhubungan. Rambut rontok tidak disebabkan oleh ketombe tetapi mungkin akibat dari keinginan untuk terus menggaruk kulit kepala yang gatal. Saat kita menggaruk kepala, tindakan tersebut menyebabkan rambut patah. Akar masalah rambut rontok meliputi stres, diet, dan kondisi kesehatan kulit kepala. Karena akar rambut tertanam di kulit kepala yang memberikan nutrisi untuk pertumbuhan rambut, maka kulit kepala yang sehat adalah dasar dari rambut kuat alami.

 

Selain melawan gejala ketombe, CLEAR Men Anti Hairfall Shampoo dengan Nutrium Ginseng menguatkan rambut sehat pada kulit kepala sehingga rambut terlihat lebih tebal dan lebih sehat. Memperkuat rambut dari akarnya, mengurangi rambut patah dibandingkan shampo lain.

 

Mitos 3:  

 

Ketombe menular  

 

Fakta:  

 

Banyak orang berpikir bahwa ketombe dapat berpindah dari orang ke orang, namun itu tidak benar. Ketombe tidak menular dan bakteri jamur yang menyebabkan terjadinya ketombe ada di kulit kepala setiap orang, artinya kita semua berkemungkinan untuk terkena ketombe.

 

Mitos 4:  

 

Shampo biasa dapat mengatasi ketombe.  

 

Fakta:  

 

Jika kamu berketombe, kamu memerlukan lebih dari sekadar produk shampo kecantikan biasa untuk mengatasi ketombe. Shampo kecantikan biasa dapat membantu mengurangi munculnya serpihan, namun tidak menghilangkan jamur berlebih yang menyebabkan ketombe.

 

Untuk membersihkan kulit kepala dari malassezia dan menjauhkan gejala ketombe, kamu memerlukan shampo anti ketombe seperti CLEAR Superfresh Apple Shampoo . Dengan wangi segar Green Apple, shampo anti ketombe ini diformulasi secara khusus untuk membersihkan dan merawat permukaan kulit kepala, menghilangkan minyak atau sebum berlebih dari akar rambut, dan mencegah ketombe datang kembali..


Langkah awal cara mengatasi ketombe dan rambut rontok adalah dengan mengetahui tentang apa yang benar dan yang tidak benar. Setelah mengetahui beberapa fakta ketombe serta mitosnya, kamu akan lebih siap untuk mengatasi gejalanya apabila muncul. 

TOP